Menjadi kasir laundry bukan sekadar mencatat jumlah kiloan dan memberikan struk. Di balik meja kasir yang tampak tenang, ada segudang cerita unik dari pelanggan yang datang dengan berbagai gaya—dan berbagai jenis cucian. Mulai dari yang bawa cucian satu ember kecil, sampai yang kayaknya habis nguras isi lemari satu rumah.

1. Si Ember Setia
Biasanya datang dengan ekspresi malu-malu tapi butuh. Bawa ember kecil isi kaos dan celana seadanya. Kadang cuma 1,5 kg, tapi bawaannya kayak lagi nyetor barang berharga.
"Ini kak, cucianya... dikit aja sih, tapi urgent ya. Besok pagi mau dipakai."
Permintaan urgent dengan cucian segenggam ini memang bikin kasir senyum maklum. Tapi hey, semua pelanggan itu penting—tak peduli berat cuciannya.

2. Si Laundry Bulanan
Nah, yang ini datang kayak habis berantem sama lemari. Satu orang, tapi bawa empat kantong besar. Ada yang isinya cuma handuk, ada yang kaos kaki doang. Biasanya sambil bilang:
"Maaf ya kak, ini cucian satu bulan, baru sempat bawa sekarang."
Kasir cuma bisa manggut-manggut sambil mikir, "Ini satu bulan versi siapa, ya? Versi asrama satu RT?"

3. Tim ‘Kilat At All Cost’
Baru naruh cucian, langsung nanya:
"Bisa jadi sore ini, nggak?"
Padahal cucian masih dalam bentuk gumpalan misterius yang belum diketahui apakah ada noda bekas rendang atau tumpahan kopi. Tapi ya, kasir tetap jawab dengan senyum SOP:
"Nanti saya cek ya kak, semoga bisa."

4. Yang Bawa Satu Lemari (Literally)
Ini yang paling bikin kasir refleks tarik napas panjang. Biasanya datang dengan koper besar, plastik hitam jumbo, bahkan kadang dus bekas mi instan.
"Ini semua dicuci ya, kak. Sama disetrika. Pokoknya semua, dari jaket sampai sprei."
Biasanya butuh waktu lima menit buat kasir bedain mana baju, mana boneka, mana selimut. Tapi di balik repotnya, ada kepuasan tersendiri: bisa bantu pelanggan yang sudah 'menyerah' pada cucian mereka.

Akhir Kata: Di Balik Meja Kasir
Menjadi kasir laundry itu seperti jadi detektif, terapis, sekaligus seniman logistik. Harus bisa hitung cepat, sabar dengar cerita pelanggan, dan tetap senyum meski jemuran di belakang udah mirip pameran tekstil.

Setiap ember dan lemari punya cerita. Dan kasir laundry, diam-diam jadi saksi bisu kehidupan para pelanggannya—dalam bentuk baju kotor.

 

Image Generate By Meta AiChatGPTOpen AI